Pelajar SMA di Bener Meriah Diedukasi Pencegahan Paham Radikal

08-10-2019 09:27:29


Redelong- Sebanyak 50 pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat di Kabupaten Bener Meriah mengikuti edukasi pencegahan paham radikal di Gedung Empu Beru, Komplek Perkantoran Pemda Bener Meriah, Senin, (7/10/2019).

Edukasi pencegahan paham radikal bagi kalangan pelajar tersebut dilaksanakan selama satu hari oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kasbangpol) Aceh bekerjasama dengan Kasbangpol Kabupaten Bener Meriah. 

Menurut Kepala Kesbangpol Aceh melalui Kabid Penanganan konflik dan Kewaspadaan Nasional, Drs. Halim Perdana Kusuma dalam laporannya menyampaikan tujuan acara edukasi pencegahan paham radikal bagi para pelajar adalah untuk memberikan pemahaman tentang dampak atau bahaya paham radikal tersebut.

Edukasi pencegahan paham radikal ini diisi dua narasumber, yaitu Drs. Muklisuddin Ilyas dari FKPT (Forum Koordinasi Pencegahan Teroris), dan Tgk. Abdulrahman Lamno, wakil MPU Bener Meriah.

Sementara itu, Bupati Bener Meriah Tgk. H. Sarkawi dalam sambutannya sekaligus membuka acara edukasi pencegahan paham radikal itu menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan oleh Kesbangpol yang melibatkan para pelajar sebagai peserta menyangkut pencegahan paham radikal adalah suatu kegiatan yang sangat baik.

Dan kegiatan seperti ini, sangat penting apalagi bagi para pelajar. Karena kita semua perlu mengetahui apa itu paham radikal. 

"Oleh sebab itu hendaknya mencari ilmu agama itu melalui guru tengku di madrasah, dayah,  bukan melalui media sosial. Karena sebaik apapun yang ditulis dalam medsos belum tentu baik juga tujuannya," kata Sarkawi.

Orang nomor satu di Kabupaten penghasil kopi Arabika itu menambahkan, kalau belajar tanpa guru maka yang menjadi gurunya adalah "setan", karena antara yang kita lihat dan kita dengar jauh perbedaanya. 

Dalam kesempatan itu, Sarkawi juga mengisahkan tentang seseorang di zaman Rasulullah Muhammad Saw, yang bernama Julqurais. Dimana pada suatu ketika saat Rasulullah memberikan penghargaan pada orang-orang yang baru memeluk agama. Namun tiba-tiba Jul tersebut berdiri dan mengatakan bahwa kau Muhammad tidak berlaku adil.

Mendengar hal tersebut, sahabat-sahabat Rasulullah marah, namun nabi Muhammad tetap santun dan sabar menghadapi hal itu.

"Muhammad berkata, kelak orang-orang serta Jul ini bersama keturunannya akan menjadi orang yang paling taat beragama"

Artinya, orang seperti Jul tersebut memandang Agama itu hitam putih, yang artinya bahwa dialah orang yang paling benar dan orang lain salah di mata dia. 

Mengingat kisah tersebut, kita hendaknya benar-benar memahami dulu tentang agama Islam agar kita tidak tergolong orang-orang yang hitam putih memandang Agama itu, ujar Bupati Sarkawi.

Ia berharap pada seluruh peserta agar benar-benar serius  mengikuti edukasi pencegahan paham radikal ini. Karena ilmu yang kalian dapatkan hari ini dapat kalian sampaikan pada kawan-kawan di sekolah, di kampun, pinta Sarkawi.* (gn/fa).